2026-09-15 06:26:21
JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia mencapai US$163,33 miliar sepanjang Januari–Juli 2026, dengan Cina menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan nilai impor Indonesia sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai US$163,33 miliar, meningkat 19,94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$136,18 miliar.Secara terperinci, impor migas mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yaitu 40,24%, dari US$18,38 miliar pada Januari–Juli 2025 menjadi US$25,77 miliar pada Januari–Juli 2026. Sementara itu, impor nonmigas meningkat 16,78% dari US$117,80 miliar menjadi US$137,56 miliar.Dari sisi negara atau kawasan asal impor nonmigas, Ateng menuturkan Cina menjadi sumber impor terbesar. Nilai impor nonmigas dari Cina meningkat dari US$47,60 miliar pada Januari–Juli 2025 menjadi US$58,29 miliar pada Januari–Juli 2026.“Kalau kita lihat menurut negara dan kawasan asal impor, maka peningkatan nilai impor terjadi pada Cina, Australia, kawasan Asean, dan kawasan Uni Eropa,” kata Ateng dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (1/9/2026).Selanjutnya, impor dari Jepang meningkat dari US$8,77 miliar menjadi US$7,71 miliar, sedangkan Australia naik dari US$4,92 miliar menjadi US$6,47 miliar.Impor dari kawasan Asean juga meningkat, dari US$18,88 miliar menjadi US$19,98 miliar. Lalu, impor dari Uni Eropa naik dari US$6,59 miliar menjadi US$8,75 miliar, sementara kelompok negara lainnya meningkat dari US$31,04 miliar menjadi US$36,36 miliar.Jika dilihat berdasarkan penggunaan barang, peningkatan impor terjadi pada seluruh kelompok. Impor barang konsumsi naik 16,03% dari US$12,21 miliar pada Januari–Juli 2025 menjadi US$14,16 miliar pada Januari–Juli 2026.Data BPS menunjukkan, impor bahan baku/penolong juga meningkat 20,42% dari US$96,91 miliar menjadi US$116,70 miliar dan menjadi kelompok dengan nilai impor terbesar sekaligus salah satu penyumbang utama peningkatan impor nasional. Sementara itu, impor barang modal tumbuh 20% dari US$27,05 miliar menjadi US$32,46 miliar.Adapun secara keseluruhan, peningkatan total nilai impor terutama berasal dari meningkatnya kebutuhan bahan baku/barang penolong, dengan kontribusi terhadap pertumbuhan impor mencapai 14,53%.https://ekonomi.bisnis.com/read/20260901/12/2000366/impor-ri-tembus-us16333-miliar-hingga-juli-2026-mayoritas-dari-china?utm_source=desktop&utm_medium=search
© 2024 Netsprogram. All rights reserved.