Blogs Detail

...
Barang Impor Cina hingga Jepang Banjiri RI Juli 2026, Ini Datanya

2026-09-15 06:05:07


Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja impor nonmigas Indonesia senilai US$137,56 miliar sepanjang Januari hingga Juli 2026, utamanya berasal dari negara Cina, Jepang, dan Australia.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyampaikan, tiga negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 dengan andil mencapai 52,69% dari total impor nonmigas.“Impor nonmigas dari Cina mencapai US$58,29 miliar pada Januari hingga Juli 2026. Nilai tersebut terutama didominasi oleh impor mesin dan perlengkapan elektrik atau HS 85,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).Nilai impor komoditas tersebut mencapai US$12,81 miliar dengan andil 21,98% terhadap total impor nonmigas dari negara tersebut. Nilainya juga tumbuh 28,86% secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84) tercatat menjadi komoditas kedua terbanyak yang diimpor dari Cina, yakni senilai US$12,65 miliar dengan andil 21,70%. Nilainya juga tumbuh 13,48% secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Komoditas lainnya di Indonesia yang dikirim langsung dari Cina adalah plasti dan barang dari plastik (HS 39) senilai US$3,48 miliar. Meski kontribusinya hanya 5,97% dari total impor, nilainya tercatat tumbuh hingga 56,95% pada periode tersebut. Sementara itu, Jepang menjadi negara asal impor nonmigas terbesar kedua dengan nilai US$7,71 miliar. Komoditas yang paling banyak diimpor dari Jepang adalah mesin dan peralatan mekanik (HS 84) dengan nilai US$1,57 miliar.Impor dari Jepang juga didominasi kendaraan dan bagiannya senilai US$0,99 miliar serta besi dan baja senilai US$0,95 miliar.Secara umum, impor ketiga komoditas tersebut dari Jepang tercatat justru mengalami kontraksi yang masing-masing sebesar -15,39%, -27,42%, dan -18,41% secara kumulatif.Australia menempati posisi ketiga dengan nilai impor nonmigas sebesar US$6,47 miliar. Berbeda dari Cina dan Jepang, impor terbesar dari Australia berasal dari kelompok logam mulia dan perhiasan atau permata dengan nilai US$1,50 miliar.Komoditas tersebut menyumbang 23,15% terhadap total impor nonmigas dari Australia dan mencatatkan pertumbuhan sangat tinggi sebesar 202,81% secara kumulatif.Sementara komoditas serealia (HS 10) dan bahan bakar mineral (HS 27) masing-masing mencatatkan nilai US$0,77 miliar dan US$0,73 miliar atau kontraksi sebesar -7,71% dan -4,28% secara kumulatif.https://ekonomi.bisnis.com/read/20260901/12/2000391/barang-impor-cina-hingga-jepang-banjiri-ri-juli-2026-ini-datanya?utm_source=desktop&utm_medium=search

2

Kantor

7

Gudang

250+

Karyawan

19+ Tahun

Pengalaman

© 2024 Netsprogram. All rights reserved.