2026-09-15 05:59:34
Bisnis.com, JAKARTA — Cina, Jepang, dan Australia menjadi tiga negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari–Juli 2026. Nilai impor nonmigas dari ketiga negara tersebut mencapai US$72,47 miliar atau 52,69% dari total impor nonmigas Indonesia yang mencapai US$137,56 miliar.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan Cina menjadi negara asal impor nonmigas terbesar dengan nilai US$58,29 miliar pada Januari–Juli 2026.“Impor nonmigas dari Cina mencapai US$58,29 miliar pada Januari hingga Juli 2026. Nilai tersebut terutama didominasi oleh impor mesin dan perlengkapan elektrik atau HS 85,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).Impor mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) dari Cina mencapai US$12,81 miliar atau 21,98% dari total impor nonmigas Indonesia dari negara tersebut. Nilainya tumbuh 28,86% secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Mesin, peralatan mekanis, dan bagiannya (HS 84) menjadi komoditas impor terbesar kedua dari Cina dengan nilai US$12,65 miliar atau 21,70%. Nilai impor komoditas tersebut tumbuh 13,48% secara kumulatif.Sementara itu, impor plastik dan barang dari plastik (HS 39) dari Cina mencapai US$3,48 miliar. Meski hanya menyumbang 5,97% terhadap total impor nonmigas dari Cina, nilai impor komoditas tersebut tumbuh 56,95% secara kumulatif.Jepang menempati posisi kedua sebagai negara asal impor nonmigas Indonesia dengan nilai US$7,71 miliar. Impor dari negara tersebut terutama berasal dari mesin, peralatan mekanis, dan bagiannya (HS 84) senilai US$1,57 miliar.Selain itu, Indonesia mengimpor kendaraan dan bagiannya dari Jepang senilai US$0,99 miliar serta besi dan baja senilai US$0,95 miliar.Namun, nilai impor ketiga kelompok komoditas tersebut dari Jepang mengalami kontraksi. Impor mesin dan peralatan mekanis turun 15,39%, kendaraan dan bagiannya turun 27,42%, sedangkan besi dan baja turun 18,41% secara kumulatif.Australia berada di posisi ketiga dengan nilai impor nonmigas sebesar US$6,47 miliar. Berbeda dengan Cina dan Jepang, komoditas dengan nilai impor terbesar dari Australia adalah logam mulia dan perhiasan atau permata senilai US$1,50 miliar.Komoditas tersebut menyumbang 23,15% terhadap total impor nonmigas dari Australia dan mencatatkan pertumbuhan 202,81% secara kumulatif.Sementara itu, impor serealia (HS 10) dari Australia mencapai US$0,77 miliar, sedangkan bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$0,73 miliar. Nilai impor kedua komoditas tersebut masing-masing terkontraksi 7,71% dan 4,28% secara kumulatif.https://ekonomi.bisnis.com/read/20260901/12/2000392/cina-jepang-australia-kuasai-5269-impor-nonmigas-ri-hingga-juli-2026?utm_source=desktop&utm_medium=search
© 2024 Netsprogram. All rights reserved.