Blogs Detail

...
Produk Murah China Makin Banyak, UMKM RI Andalkan Jejaring Lokal

2026-07-13 04:08:29


Jakarta - Masuknya produk murah asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau Cina melalui perdagangan elektronik menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Pemerintah menilai penguatan ekosistem pasar domestik dan pemanfaatan jejaring lokal menjadi faktor penting agar UMKM tetap memiliki daya saing.Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik mengatakan perkembangan perdagangan digital membuat jumlah UMKM yang memanfaatkan platform daring meningkat setelah pandemi Covid-19. Namun, menurutnya, keberlangsungan usaha tidak hanya ditentukan oleh aktivitas di platform digital, tetapi juga faktor sosial dan budaya yang mendukung usaha.Riza mengatakan kajian mengenai platform digital selama ini banyak berfokus pada peningkatan partisipasi UMKM dalam perdagangan elektronik atau produktivitas pengguna platform. Padahal, aspek lain seperti hubungan dengan konsumen dan jaringan usaha juga memiliki peran penting."Agar bisa sehat, perlu dibangun kebijakan yang baik untuk memastikan agar seluruh produk yang dihasilkan di Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Riza.Sementara itu, hasil sementara penelitian Amore Minayora dari University of the West of England (UWE) menunjukkan masuknya produk impor tidak serta-merta membuat UMKM kehilangan daya saing.Dalam seminar bertajuk Jakarta Hustle: Resilience and Resourcefulness Beyond E-Commerce Platform di Gedung SMESCO Jakarta, Rabu (8/7/2026), Amore mengatakan ketahanan UMKM di Jakarta banyak ditopang oleh jejaring lokal."Masuknya barang-barang dari Cina melalui platform perdagangan daring tidak membuat pengusaha kecil dan menengah mati langkah. Ketahanan pengusaha UMKM di Jakarta berasal dari kedekatan akses dan relasi dengan jejaring lokal seperti rantai pasok lokal, penyedia jasa logistik, serta hubungan dengan konsumen di luar platform daring," kata Amore.Menurut Amore, hubungan langsung dengan pelanggan menjadi salah satu strategi yang dapat membantu UMKM menghadapi persaingan di pasar digital.Di sisi lain, Pemerintah juga telah merespons perkembangan perdagangan digital melalui berbagai kebijakan, termasuk mendorong kolaborasi antara platform perdagangan elektronik dan pelaku usaha dalam negeri.Pemerhati Cina dari Universitas Pelita Harapan Johanes Herlijanto mengatakan anggapan bahwa produk asal Cina dipasarkan dengan praktik predatory pricing berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya, tudingan tersebut belum dapat dibuktikan secara hukum.Meski begitu, Johanes mengakui produk asal Cina memang memiliki daya saing dari sisi harga. Sekitar satu dekade lalu, kata dia, produk murah dari Cina justru membantu sejumlah pelaku UMKM mendapatkan barang dengan harga terjangkau untuk dijual kembali melalui toko daring."Para pedagang toko daring bisa mendapatkan barang yang murah untuk dijual," ujar Johanes.Namun, perkembangan perdagangan digital membuat penjual dari luar negeri dapat memasarkan produknya secara langsung kepada konsumen Indonesia melalui platform daring. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha lokal perlu menyesuaikan strategi bisnis.CEO SMESCO Indonesia Doddy A. Matondang mengatakan hasil sementara penelitian tersebut menunjukkan masih adanya peluang bagi UMKM untuk berkembang di tengah perubahan pola perdagangan.Menurutnya, pelaku UMKM perlu terus beradaptasi menghadapi persaingan produk impor dan perkembangan layanan perdagangan elektronik dengan memanfaatkan kemampuan usaha serta jejaring yang dimiliki.https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8568122/produk-murah-china-makin-banyak-umkm-ri-andalkan-jejaring-lokal

2

Kantor

7

Gudang

250+

Karyawan

19+ Tahun

Pengalaman

© 2024 Netsprogram. All rights reserved.