Blogs Detail

...
Impor Jabar Merosot Sejak Awal 2026, Penurunan Komoditas Migas Signifikan

2026-07-09 02:51:48


BANDUNG -- Kinerja impor Jawa Barat terkoreksi sepanjang lima bulan pertama tahun 2026. Nilai impor periode Januari hingga Mei 2026 mencapai US$4,66 miliar, menyusut 7,08% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar US$5,01 miliar.Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menjelaskan penurunan ini dipicu oleh anjloknya impor minyak dan gas (migas) yang merosot tajam sebesar 60,48%, dari US$663,47 juta menjadi US$262,21 juta."Berbanding terbalik, nilai impor nonmigas justru masih menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 1,07% menjadi US$4,39 miliar," jelasnya.Secara bulanan, nilai impor Jawa Barat pada Mei 2026 berada di angka US$0,98 miliar, atau turun 4,94% dibandingkan Mei 2025. Pelemahan ini lagi-lagi dipengaruhi oleh impor migas yang terkontraksi hingga 79,59%, meskipun impor nonmigas secara mandiri tumbuh 7,38% menjadi US$0,95 miliar.Dari sisi komoditas nonmigas, golongan kendaraan dan bagiannya mengalami penurunan nilai impor terdalam sebesar US$145,14 juta atau merosot 42,40%. Sebaliknya, golongan mesin dan perlengkapan elektronik mencatatkan peningkatan terbesar dengan kenaikan US$108,64 juta atau tumbuh 16,32%. Saat ini, mesin dan perlengkapan elektrik masih mendominasi struktur impor nonmigas Jawa Barat dengan andil mencapai 17,62%.Tiongkok tetap kokoh sebagai negara pemasok barang impor nonmigas utama bagi Jawa Barat dengan nilai US$1,82 miliar atau menguasai 41,47% pangsa pasar.Posisi berikutnya ditempati oleh Korea Selatan senilai US$527,67 juta (12,00%) dan Jepang senilai US$518,81 juta (11,80%). Meski demikian, secara agregat impor dari negara mitra utama cenderung turun, terutama dari Jepang yang menyusut 22,92% dan Korea Selatan turun 13,82%.Ditinjau dari golongan penggunaan barang, seluruh kategori kompak melemah pada periode Januari-Mei 2026. Impor barang konsumsi turun 5,37%, bahan baku/penolong menyusut 6,33%, dan barang modal terkoreksi 13,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Penurunan juga terjadi dari sisi volume impor yang anjlok 29,97%, dari 1,98 juta ton menjadi 1,38 juta ton. Hal ini sejalan dengan turunnya volume impor migas sebesar 59,47%, sementara volume nonmigas justru naik 10,54%.Meski kinerja impor mengalami kontraksi, neraca perdagangan luar negeri Jawa Barat periode Januari-Mei 2026 masih mencatatkan rapor hijau dengan surplus sebesar US$11,31 miliar. Surplus ini ditopang sepenuhnya oleh komoditas nonmigas yang mencapai US$11,48 miliar, di tengah defisit sektor migas sebesar US$161,94 juta.Adapun berdasarkan mitra dagang, surplus neraca perdagangan terbesar dibukukan saat bertransaksi dengan Amerika Serikat yang mencapai US$2,48 miliar. Sementara itu, Jawa Barat masih mengalami defisit perdagangan dengan Tiongkok dan Taiwan senilai US$949,00 juta.https://bandung.bisnis.com/read/20260703/550/1985337/impor-jabar-merosot-sejak-awal-2026-penurunan-komoditas-migas-signifikan?utm_source=desktop&utm_medium=search

2

Kantor

7

Gudang

250+

Karyawan

19+ Tahun

Pengalaman

© 2024 Netsprogram. All rights reserved.