2026-07-06 05:59:45
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China masih menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari—Mei 2026, dengan pangsa mencapai 41,83% atau nilai mencapai US$39,27 miliar.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan impor dari China didominasi mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya (HS 84) senilai US$8,73 miliar, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya (HS 85) sebesar US$8,43 miliar, serta plastik dan barang dari plastik (HS 39) senilai US$2,33 miliar.“Impor nonmigas dari China mencapai US$39,27 miliar, terutama didominasi oleh mesin/peralatan mekanik atau HS 84 dengan sharenya 22,24% dan tumbuh 15,20% secara C-to-C,” kata Ateng dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Rabu (1/7/2026).Kemudian, Jepang menjadi negara asal impor nonmigas terbesar kedua dengan nilai US$5,17 miliar atau pangsa 5,51%. Data menunjukkan, komoditas utama yang diimpor dari Jepang meliputi mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya (HS 84) senilai US$1,07 miliar, besi dan baja (HS 72) sebesar US$700 juta, serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) senilai US$670 juta. Selanjutnya, impor nonmigas dari Australia tercatat sebesar US$5,02 miliar. Berbeda dengan China dan Jepang yang didominasi produk mesin, impor dari Australia terutama berupa logam mulia dan perhiasan atau permata (HS71)dengan pangsa 29,83%. Nilai impor komoditas tersebut melonjak 216,88% secara kumulatif tahunan (cumulative-to-cumulative/ctc). Selain itu, Indonesia juga mengimpor serealia senilai US$600 juta dan bahan bakar mineral sebesar US$560 juta dari Australia.Lebih lanjut, BPS mencatat ketiga negara tersebut memiliki kontribusi sebesar 52,69% terhadap total impor nonmigas Indonesia selama lima bulan pertama tahun ini.“Tiga besar negara asal impor yaitu China, Jepang, dan juga Australia. Ketiga negara tersebut memberikan andil ataupun share-nya sebesar 52,69% dari total impor nonmigas Indonesia,” terangnya.Selain China, Jepang, dan Australia, impor nonmigas Indonesia juga berasal dari kawasan Asean dengan pangsa 14,88%, Uni Eropa sebesar 6,59%, serta negara dan kawasan lainnya yang secara kumulatif menyumbang 25,84% dari total impor nonmigas Indonesia pada Januari–Mei 2026.https://ekonomi.bisnis.com/read/20260701/12/1984702/bps-ungkap-3-negara-asal-impor-terbesar-ri-china-masih-nomor-satu?utm_source=desktop&utm_medium=search
© 2024 Netsprogram. All rights reserved.