Blogs Detail

...
Ancang-Ancang Hadapi Dampak Ambrolnya Rupiah bagi Ekspor-Impor

2026-04-21 04:25:17


Bisnis.com, SURABAYA — Nilai tukar terus ambrol seiring dengan kondisi geopolitik yang panas. Dampak pun dirasakan terhadap aktivitas perdagangan luar negeri.Direktur PT Mega Global Food Industry Richard Cahadi mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah memang dari satu sisi akan memberi keuntungan bagi eksportir seperti Mega Global Food Industry. Perusahaan mengekspor makanan olahan, yakni biskuit ke 55 negara."Nilai tukar rupiah banyak rekan-rekan saya bilang, wah enak ekspor, cuannya banyak. Saat mereka lihat kurs melemah berarti terima uangnya banyak. Tapi itu sebetulnya hanya satu siklus," katanya dalam media briefing pada Jumat (17/4/2026).Di satu sisi, menurutnya pelemahan nilai tukar rupiah akan membuat negara tujuan ekspor tidak lagi kompetitif. Sebab, biasanya nilai tukar mata uang negara lain pun akan ikut melemah."Jadi kita mau enggak mau harus mengikuti permintaan di negara lain. Jadi saat di kita melemah, di Filipina juga. Permintaan berkurang, barang Jadi tidak kompetitif," ujarnya.Ditambah, menurutnya saat nilai tukar rupiah terjadi dengan jangka waktu panjang, maka bahan baku terutama dari impor akan mahal.Direktur Pelaksana Bisnis II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, Sulaeman juga mengatakan sebenarnya pelemahan nilai tukar rupiah akan meningkatkan daya saing ekspor. Namun terdapat pula dampak jika perusahaan bergantung pada bahan baku impor.Untuk itu, LPEI melakukan berbagai antisipasi dampak yang terjadi seperti dengan melakukan stress testing. Upaya itu juga dilakukan saat dampak gejolak geopolitik terjadi yang berimbas pada aktivitas ekspor, terutama biaya logistik."Untuk kurs rupiah yang melemah kami lakukan antisipasi, seberapa besar sih dampaknya ke seluruh portofolio yang dimiliki," katanya.Di sisi lain, LPEI pun memiliki program khusus ekspor (PKE) yang bisa memberikan dukungan mulai dari penjaminan apabila goodwill yang dimiliki eksportir masih belum cukup di pasar. Selain itu, terdapat kredit modal kerja serta skema-skema penjaminan asuransi.Sementara itu, mengacu data TradingView, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,28% atau turun 48 poin menuju level Rp17.185 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (17/4/2026). Nilai tukar rupiah sendiri tercatat telah melemah di kisaran 2% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD).https://ekonomi.bisnis.com/read/20260417/9/1967475/ancang-ancang-hadapi-dampak-ambrolnya-rupiah-bagi-ekspor-impor?utm_source=desktop&utm_medium=search

2

Kantor

7

Gudang

250+

Karyawan

19+ Tahun

Pengalaman

© 2024 Netsprogram. All rights reserved.