2026-04-14 04:26:05
Jakarta - Praktik trade misinvoicing atau manipulasi harga faktur perdagangan masih marak terjadi pada sektor ekspor dan impor di Indonesia. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti hal tersebut.Menurutnya Indonesia bisa rugi besar karena praktik tersebut, sebab praktik ini dapat menyebabkan modal dan kekayaan bangsa lari ke luar negeri.Dia memaparkan ada empat sektor kmoditas yang paling rawan terkena manipulasi harga. Mulai dari ekspor impor logam mulia emas hingga ponsel pintar atau smartphone."Sektor terbesar ada pada perdagangan limbah, logam berlapis, logam mulia, serta smartphone," sebut Gibran dalam video yang diunggah di YouTube Sekretariat Wakil Presiden, dikutip Minggu (12/4/2026).Dia memaparkan, datanya sejak 2014 sampai 2023 nilai under invoicing ekspor diperkirakan mencapai US$ 401 miliar atau rata-rata US$ 40 miliar per tahun. `sedangkan nilai overinvoicing ekspor tercatat US$ 252 miliar atau US$ 25 miliar US dolar per tahun."Kasus trade misinvoicing jelas merupakan bentuk pelanggaran hukum dan negara mengalami kerugian cukup besar akibat kecurangan ini," tegas Gibran.Menurutnya kerugian pertama yang terjadi dari praktik gelap ini adalah hilangnya penerimaan pajak dan bea cukai dalam skala besar, setiap rupiah nilai ekspor atau impor yang dikecilkan secara curang mengakibatkan ada penerimaan negara yang tidak tertagih.Kerugian yang kedua adalag larinya modal ke luar negeri dan berkurangnya devisa negara karena selisih pembayaran ekspor impor yang tidak dilaporkan sering ditinggalkan di luar negeri."Akibatnya devisa hasil ekspor yang masuk ke Indonesia lebih kecil dari seharusnya," sebut Gibran.Ketiga, ada potensi masuknya dana gelap ke dalam negeri. Misinvoicing tak hanya soal uang hilang keluar tapi sebagian skenario justru memasukkan uang ilegal ke Indonesia yang umum dipakai untuk pencucian uang.Keempat, praktik gelap ini merugikan karena membuat iklim persaingan usaha tidak adil. Pelaku usaha yang jujur membayar pajak sesuai aturan akan kalah bersaing dari oknum yang bisa menjual barang lebih murah karena kecurangan dalam pelaporan invoice."Pada akhirnya mendorong semua pihak untuk ikut-ikutan curang demi bertahan," sebut Gibran.Gibran menekankan Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menegaskan langkah-langkah untuk menyelamatkan kekayaan negara harus diambil meskipun tidak selalu populer bagi sebagian pihak."Bagi beliau menjaga kekayaan nasional agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat hari ini, dan generasi mendatang adalah tanggung jawab moral dan konstitusional," pungkas Gibran menegaskan.https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8440516/gibran-sebut-4-sektor-paling-rawan-kena-poles-harga-ekspor-impor
© 2024 Netsprogram. All rights reserved.