Blogs Detail

...
Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Klaim Asuransi, OJK Soroti Biaya Impor

2026-04-10 04:13:37


Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan biaya klaim pada industri asuransi, baik untuk lini kendaraan maupun kesehatan.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Ogi Prastomiyono menjelaskan, pada asuransi kendaraan, kenaikan harga suku cadang impor dapat mendorong lonjakan biaya perbaikan.“Sementara pada asuransi kesehatan, harga obat, alat kesehatan, serta layanan medis yang bergantung pada komponen impor juga berpotensi meningkat,” ujarnya dalam jawaban tertulis, Kamis (9/4/2026). Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi besaran klaim yang harus ditanggung oleh perusahaan asuransi.Untuk mengantisipasi tekanan tersebut, lanjut Ogi, industri melakukan sejumlah langkah, antara lain penyesuaian premi secara bertahap, penguatan manajemen risiko, serta optimalisasi reasuransi.Selain itu, perusahaan juga melakukan pengendalian biaya melalui kerja sama dengan bengkel dan fasilitas layanan kesehatan.Dari sisi regulasi, OJK juga menekankan prinsip kehati-hatian, transparansi manfaat, serta penguatan pengelolaan biaya layanan kesehatan guna menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri dan perlindungan konsumen.Adapun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Kamis (9/4/2026) dibuka melemah pada level Rp17.056 di tengah pelemahan indeks dolar dan sentimen Timur Tengah masih membayangi pasar.Data analisis Doo Financial Futures menyebut nilai tukar rupiah dibuka melemah 44 poin atau 0,26% menuju level Rp17.056 pada saat indeks dolar AS melemah 0,07% ke level 99,066.Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, seiring rebound dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik global.Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari penguatan dolar AS, meskipun sentimen pasar yang cenderung risk on masih memberikan penopang. Pelaku pasar mulai meragukan keberlanjutan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah setelah muncul tuduhan dari Iran bahwa Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan.Ketegangan semakin meningkat menyusul pernyataan Iran yang menyinggung keterlibatan serangan Israel ke wilayah Lebanon. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali berhati-hati dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.https://finansial.bisnis.com/read/20260409/215/1965403/pelemahan-rupiah-picu-kenaikan-klaim-asuransi-ojk-soroti-biaya-impor?utm_source=desktop&utm_medium=search#goog_rewarded

2

Kantor

7

Gudang

250+

Karyawan

19+ Tahun

Pengalaman

© 2024 Netsprogram. All rights reserved.