Blogs Detail

...
Dibayangi Tekanan Impor, Latinusa (NIKL) Pasang Strategi Konservatif di 2026

2026-04-09 07:24:14


Bisnis.com, JAKARTA — PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa memilih bersikap konservatif dalam menetapkan target kinerja sepanjang 2026 seiring dengan masih derasnya produk impor di pasar domestik.Direktur Utama Latinusa Jetrinaldi menjelaskan bahwa kondisi industri pada tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.Adapun tantangan utama perseroan masih berfokus pada derasnya aliran impor tinplate asal China dan Korea Selatan yang menekan harga pasar domestik. Meski demikian, Latinusa telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi.“Kami sudah menyiapkan strategi mitigasi, mulai dari efisiensi pengadaan bahan baku, peningkatan produktivitas, pengendalian biaya usaha, hingga pengelolaan risiko kurs dan beban bunga,” ujarnya dalam paparan publik, Rabu (8/4/2026).Pada tahun ini, NIKL menargetkan pendapatan lebih kurang senilai US$160 juta dengan laba bersih mencapai sekitar US$3 juta. Jetrinaldi pun mengaku optimistis kinerja kuartal I/2026 akan menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Sementara itu, untuk menjaga daya saing, emiten produsen pelat timah tersebut kini tengah mengarahkan fokus pada peningkatan efisiensi operasional.Jetrinaldi menyebutkan bahwa optimalisasi biaya dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mencakup pengadaan bahan baku hingga proses produksi guna menekan harga jual agar lebih kompetitif bagi konsumen lokal.“Kami juga berupaya keras untuk menekan beban bunga, sehingga kami yakin performa tahun ini mestinya bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” pungkasnya.Di sisi eksternal, manajemen turut melihat adanya peluang dari dinamika geopolitik global. Konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga plastik dan biaya logistik internasional dinilai dapat menguntungkan perseroan karena membuat tinplate kembali kompetitif sebagai substitusi kemasan.Adapun terkait fluktuasi nilai tukar, manajemen NIKL menegaskan risiko kurs tetap menjadi perhatian utama karena seluruh bahan baku perseroan masih diperoleh melalui impor, sementara penjualan menggunakan mata uang rupiah.“Kami menerapkan disiplin dalam lindung nilai [hedging] internal dan pengaturan waktu pembelian bahan baku,” pungkas Jetrinaldi.https://market.bisnis.com/read/20260408/192/1965183/dibayangi-tekanan-impor-latinusa-nikl-pasang-strategi-konservatif-di-2026?utm_source=desktop&utm_medium=search

2

Kantor

7

Gudang

250+

Karyawan

19+ Tahun

Pengalaman

© 2024 Netsprogram. All rights reserved.