Blogs Detail

...
RI Buka Opsi Impor Minyak Rusia Jika AS Relaksasi Sanksi Mitra

2026-03-16 03:56:48


Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan terbukanya peluang Indonesia untuk membeli atau melakukan impor minyak dari Rusia apabila Amerika Serikat (AS) memberikan relaksasi sanksi yang sebelumnya diterapkan untuk negara tersebut.Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan keputusan terkait pengalihan sumber impor minyak di tengah dinamika konflik Timur Tengah akan menjadi pertimbangan bisnis PT Pertamina (Persero).“Itu kan keputusan bisnis itu nanti sama Pertamina. Jadi mana yang lebih membutuhkan sepanjang ada relaksasi ya tentu kita akan memanfaatkan itu prosesnya,” kata Yuliot kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (13/3/2026).Yuliot menjelaskan pemerintah pada prinsipnya membuka peluang diversifikasi sumber pasokan minyak guna menjaga ketahanan energi nasional. Namun, realisasi impor tetap harus mempertimbangkan aturan serta sanksi internasional yang berlaku.Menurutnya, jika terdapat kelonggaran kebijakan dari pemerintah AS terhadap negara atau perusahaan yang membeli minyak Rusia, maka peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha dalam negeri, termasuk Pertamina, untuk memperoleh pasokan dengan harga lebih kompetitif.Meski demikian, Yuliot menegaskan hingga saat ini belum ada pembahasan maupun kajian lebih lanjut terkait opsi pembelian minyak dari Rusia.“Belum ada,” tuturnya.Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat memberikan kelonggaran sementara bagi India untuk meningkatkan pembelian minyak mentah dari Rusia. Kebijakan ini bertujuan mengurangi tekanan terhadap negara importir minyak terbesar ketiga di dunia tersebut di tengah konflik Iran dengan AS dan Israel.Izin yang dikeluarkan pada Kamis malam itu mencakup transaksi minyak mentah dan produk minyak bumi Rusia yang telah dimuat ke kapal sebelum 5 Maret 2026, selama dikirim ke India dan dibeli oleh perusahaan India.Ketentuan tersebut berlaku hingga 4 April 2026 pukul 12.01 pagi waktu Washington. Menteri Keuangan AS Scott Bessent melalui unggahan di X mengatakan langkah tersebut diambil untuk memastikan pasokan minyak tetap mengalir ke pasar global.“Langkah jangka pendek yang disengaja ini tidak akan memberikan manfaat finansial yang signifikan bagi pemerintah Rusia karena hanya mengizinkan transaksi yang melibatkan minyak yang sudah terperangkap di laut," ujarnya dilansir Bloomberg, Jumat (6/3/2026).Keputusan tersebut menandai perubahan kebijakan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, yang sebelumnya memberikan tekanan kuat kepada India terkait pembelian minyak dari Rusia. Meski bukan konsumen utama minyak mentah Rusia, India meningkatkan pembelian sejak 2022 untuk memanfaatkan harga diskon setelah invasi Rusia ke Ukraina.https://ekonomi.bisnis.com/read/20260313/44/1960314/ri-buka-opsi-impor-minyak-rusia-jika-as-relaksasi-sanksi-mitra?utm_source=desktop&utm_medium=search

2

Kantor

7

Gudang

250+

Karyawan

19+ Tahun

Pengalaman

© 2024 Netsprogram. All rights reserved.