2026-03-10 03:25:33
JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indeks Harga Impor (IHM) kuartal IV/2025 sebesar 112,35 atau mengalami deflasi 0,11% secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), sedangkan secara tahunan naik sebesar 3,65%. Hal ini dilaporkan pada Indeks Harga Perdagangan Internasional (IHPI) kuartal IV/2025. Secara terperinci, IHM kuartal IV/2025 sebesar 112,35 itu turun dari kuartal III/2025 yakni 112,48 atau deflasi 0,11% (qtq). Sementara itu, IHM pada tiga bulan terakhir 2025 tersebut mengalami inflasi sebesar 3,65% (yoy) atau naik dari 108,39 pada kuartal IV/2024. Berdasarkan kelompoknya, indeks harga impor kuartal IV/2025 untuk migas mengalami deflasi 11,36% (qtq) apabila dibandingkan dengan kuartal III/2025. Sementara itu, nonmigas pada periode yang sama mengalami inflasi 2,08% (qtq). Seperti halnya secara kuartalan, indeks harga impor mengalami deflasi untuk kelompok migas hingga 9,31% (yoy) dari periode kuartal IV/2024. Di sisi lain, IHM untuk nonmigas inflasi sebesar 6,22% (yoy). "Penurunan terdalam IHM triwulan IV-2025 (q-to-q) terjadi pada Golongan Barang Kakao dan olahannya (HS 18) yaitu sebesar 18,98%, sedangkan kenaikan tertinggi terjadi pada Golongan Barang Logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) yaitu sebesar 30,22%," demikian dikutip dari Berita Resmi Statistik (BRS) yang diterbitkan, Senin (2/3/2026).Secara rinci, menurut barangnya harga impor yang mengalami deflasi terdalam secara kuartalan adalah barang kakao dan olahannya (HS 18) 18,98% (qtq); gula dan kembang gula (HS 17) 17,75% (qtq); bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk sulingannya (HS 27) 10,07% (qtq); berbagai produk kimia (HS 38) 9,64% (qtq); serta daging hewan (HS 02) 4,33% (qtq). Adapun inflasi tertinggi secara kuartalan pada kelompok harga impor yakni pada logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) 30,22% (qtq); bijih logam, terak, dan abu (HS 26) 22,74% (qtq); ampas dan sisa industri makanan (HS 23) 20,87% (qtq); biji dan buah mengandung minyak (HS 12) 19,65% (qtq); dan instrumen optik, fotografi, sinematografi dan medis (HS 90) 13,29% (qtq). Sementara itu, indeks harga impor yang mengalami kenaikan harga atau inflasi tertinggi secara tahunan yaitu garam, belerang, batu dan semen (HS 25) 60,48% (yoy); logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) 59,99% (yoy); bijih logam, terak, dan abu (HS 26) 30,52% (yoy); pupuk (HS 31) 29,89% (yoy); serta karet dan barang dari karet (HS 40) 22,08% (yoy). Terakhir, indeks harga impor dengan deflasi terdalam secara tahunan terjadi pada sayuran (HS 07) 24,72% (yoy); berbagai produk kimia (HS 38) 22,33% (yoy); gula dan kembang gula (HS 17) 13,74% (yoy); serta stapel buatan (HS 55) 13,38% (yoy); dan kakao dan olahannya (HS 18) 10,87% (yoy). "Golongan barang yang dominan memberikan andil Deflasi Harga Impor pada triwulan IV/2025 (q-to-q) antara lain: Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk sulingannya (HS 27), Gula dan kembang gula (HS 17), Kakao dan olahannya (HS 18), Berbagai produk kimia (HS 38), dan Mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84)," bunyi BRS yang dirilis BPS hari ini.https://ekonomi.bisnis.com/read/20260303/9/1957061/indeks-harga-impor-kuartal-iv2025-terkerek-naik-365
© 2024 Netsprogram. All rights reserved.