Blogs Detail

...
Pengusaha Mamin: Butuh Roadmap untuk Lepas dari Ketergantungan Impor Bahan Baku

2026-02-19 04:47:03


JAKARTA — Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menilai Indonesia membutuhkan roadmap yang jelas untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri makanan dan minuman (mamin). Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman mengatakan ketergantungan yang tinggi dinilai membuat industri rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah serta dinamika kebijakan perdagangan global. Apalagi, hingga kini sebagian besar bahan baku utama industri mamin masih berasal dari luar negeri. Padahal, sektor ini diharapkan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk target pertumbuhan hingga 8%. “Kita ingin menyerap dari dalam negeri, tapi perkembangan di hulu lebih lambat dibandingkan kebutuhan industri, sehingga kita makin tertinggal dan makin banyak butuh bahan baku impor,” kata Adhi kepada Bisnis, Kamis (19/2/2026).Dia menjelaskan, regulasi impor yang ketat seperti larangan dan pembatasan (lartas) memang bertujuan baik. Namun, tanpa sinkronisasi dengan kebutuhan industri, aturan tersebut berpotensi menghambat produksi, terutama ketika pasokan dalam negeri belum memadai. Menurut Adhi, solusi yang dibutuhkan bukan sekadar pelonggaran aturan, melainkan peta jalan jangka pendek dan panjang yang terintegrasi antara sektor hulu dan hilir. Roadmap tersebut diharapkan memuat strategi lima hingga sepuluh tahun ke depan untuk memperkuat kapasitas produksi bahan baku domestik.“Kita perlu bikin roadmap yang jelas, lima tahun ke mana, sepuluh tahun ke mana. Yang penting kita harus mendukung perkembangan hulunya supaya secara bertahap bisa mengurangi ketergantungan impor,” tuturnya. Data Gapmmi menunjukkan sejumlah komoditas strategis masih sangat bergantung pada impor. Untuk industri makanan, gula hampir 100% masih diimpor, gandum 100%, susu sekitar 80%, jagung pangan 90%, serta kedelai sekitar 70%. Sementara itu, garam industri masih sekitar 70% bergantung pada pasokan luar negeri. Kondisi tersebut dinilai mengkhawatirkan, terlebih ketika industri didorong untuk tumbuh lebih tinggi demi mendukung ekspansi ekonomi nasional. Gapmmi menegaskan industri siap berkontribusi, asalkan dukungan ketersediaan bahan baku, logistik, dan infrastruktur dapat dipastikan. “Kalau industri disuruh tumbuh tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8%, kita siap. Tapi harus disediakan sumber daya industrinya, baik bahan baku, logistik, maupun infrastruktur,” tegasnya. Ke depan, Gapmmi juga mengingatkan potensi gangguan pasokan komoditas pangan seperti susu, telur, dan ayam jika tidak ada langkah strategis yang terkoordinasi. Tanpa roadmap yang komprehensif dan implementatif, ketergantungan impor dikhawatirkan semakin dalam dan berulang menjadi polemik setiap tahun.https://ekonomi.bisnis.com/read/20260219/257/1953935/pengusaha-mamin-butuh-roadmap-untuk-lepas-dari-ketergantungan-impor-bahan-baku

2

Kantor

7

Gudang

250+

Karyawan

19+ Tahun

Pengalaman

© 2024 Netsprogram. All rights reserved.