Blogs Detail

...
Impor Barang Modal RI Naik 20,06% pada 2025, Mayoritas Mesin dan Kendaraan

2026-02-02 05:49:54


JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang modal mengalami lonjakan 20,06% pada Januari-Desember 2025 menjadi US$50,13 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$41,75 miliar.  Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, kenaikan impor barang modal yang signifikan menjadi penyumbang kenaikan impor secara kumulatif.  "Impor barang modal yang naik cukup besar yaitu mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya atau HS 85, mesin peralatan mekanis dan bagiannya atau HS 84, serta kendaraan dan bagiannya atau HS 87," kata Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).  Impor mesin dan perlengkapan elektrik (HS85) naik 17,22% menjadi US$31,88 miliar pada Januari-Desember 2025. Secara volume naik 25,44% menjadi 2,20 juta ton.Lebih lanjut, impor mesin dan peralatan mekanis (HS84) naik 7,75% menjadi US$36,64 miliar pada periode yang sama. Secara volume naik 7,29% menjadi 4,71 juta ton.  Impor kendaraan dan bagiannya juga melonjak 13,70% menjadi US$11 miliar atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya US$9,67 miliar. Secara volume meningkat 19,13% menjadi 1,68 juta ton. Lebih lanjut, jika dilihat dari segi nilai kumulatif, impor bahan baku/penolong masih menjadi kontributor terbesar total impor 2025. Adapun, impor bahan baku mencapai US$169,30 miliar atau turun 0,83% dibandingkan tahun sebelumnya US$170,72 miliar.  Di samping itu, impor barang konsumsi juga tercatat turun 1,35% menjadi US$22,42 miliar pada Januari-Desember 2025 atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$22,73 miliar.  Secara bulanan, pada Desember 2025 nilai impor barang modal juga mengalami kenaikan 34,66% dibandingkan Desember 2024 menjadi US$5,32 miliar. Impor barang modal memiliki andil 6,36% terhadap impor bulan ini.  Hal yang sama terjadi pada impor bahan baku/penolong yang naik 5,58% menjadi US$16,10 miliar. Impor barang konsumsi pada Desember 2025 juga meningkat 4,56% menjadi US$2,41 miliar.  “Sepanjang Januari–Desember 2025 total nilai impor mencapai US$221,86 miliar atau naik 2,83% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Ateng. Berdasarkan komoditas, kinerja impor menunjukkan perbedaan arah antara migas dan nonmigas. Nilai impor migas tercatat mengalami kontraksi, sedangkan impor nonmigas justru mencatatkan peningkatan. “Nilai impor migas US$32,77 miliar atau turun 9,67% sedangkan nilai impor nonmigas tercatat US$209,69 miliar atau naik sebesar 5,11%,” jelasnya.https://ekonomi.bisnis.com/read/20260202/257/1949238/impor-barang-modal-ri-naik-2006-pada-2025-mayoritas-mesin-dan-kendaraan

2

Kantor

7

Gudang

250+

Karyawan

19+ Tahun

Pengalaman

© 2024 Netsprogram. All rights reserved.