Blogs Detail

...
Impor RI Naik jadi US$218,02 Miliar, Dipicu Barang Nonmigas

2026-01-06 05:50:24


JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sepanjang Januari–November 2025 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini seiring menguatnya impor nonmigas. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, total nilai impor Indonesia pada periode tersebut mencapai US$218,02 miliar atau tumbuh 2,03% secara tahunan.  Pudji menjelaskan peningkatan impor terutama bersumber dari sektor nonmigas yang bertambah sebesar US$7,90 miliar atau naik 4,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  “Impor nonmigas menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan total impor," kata Pudji dalam rilis BPS, Senin (5/1/2025).Di sisi lain, impor migas justru mengalami penurunan cukup dalam. BPS mencatat nilai impor migas turun US$3,56 miliar atau 10,81%. Penurunan impor migas dipicu oleh berkurangnya impor minyak mentah dan hasil minyak. Dia pun memerinci impor minyak mentah menyusut US$1,00 miliar atau 10,61%, sementara impor hasil minyak turun US$2,56 miliar atau 10,89%. Berdasarkan penggunaan barang, peningkatan impor paling besar terjadi pada kelompok barang modal. Nilai impor barang modal selama Januari–November 2025 naik 18,54% menjadi US$44,81 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  "Barang modal menjadi kontributor utama kenaikan impor,” imbuhnya. Sebaliknya, impor bahan baku dan barang penolong tercatat melemah 1,46% menjadi US$153,20 miliar. Penurunan juga terjadi pada impor barang konsumsi yang turun 2,02% menjadi US$20,01 miliar, menunjukkan tekanan pada permintaan konsumsi. Secara bulanan, nilai impor Indonesia pada November 2025 mencapai US$19,86 miliar atau meningkat 0,46% dibandingkan November 2024. Namun, impor nonmigas pada bulan tersebut tercatat turun 1,15% menjadi US$17,00 miliar. Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya mencatat kenaikan tertinggi dengan nilai US$3,70 miliar atau tumbuh 14,84% secara tahunan. Sebaliknya, golongan besi dan baja mengalami penurunan terbesar senilai US$1,24 miliar atau 12,65%. Di sisi lain, merujuk pada negara asal impor, China masih menjadi pemasok utama impor nonmigas Indonesia dengan nilai US$77,52 miliar atau 41,10% dari total impor nonmigas.  Jepang dan Amerika Serikat menyusul dengan masing-masing US$13,28 miliar dan US$8,93 miliar, sementara impor dari Asean dan Uni Eropa tercatat masing-masing sebesar US$29,46 miliar dan US$11,20 miliar.https://ekonomi.bisnis.com/read/20260105/9/1941607/impor-ri-naik-jadi-us21802-miliar-dipicu-barang-nonmigas#goog_rewarded

2

Kantor

7

Gudang

250+

Karyawan

19+ Tahun

Pengalaman

© 2024 Netsprogram. All rights reserved.